Gibran Bukan Dipersiapkan Pada Pemilu Tahun 2024

Gibran Rakabuming telah terpilih menjadi calon walikota Solo pada Pilwalkot Solo di tahun ini yang menimbulkan pemikiran juga untuk kita, bahkan politisi maupun pengamat menyatakan, apakah  Gibran bukan dipersiapkan pada pemilu tahun 2024 mendatang?. Salah satu pengamat Politik yakni, Hendri Satrio menyatakan bahwa Gibran bukan dipersiapkan pada pemilu tahun 2024, namun kemungkinan besar untuk tahun 2029. 

Alasan Gibran bukan dipersiapkan pada pemilu tahun 2024

Hendri mempunyai pandangan bahwa sangat dini jika Gibran dipersiapkan dalam pemilu 2024. Dia juga menyatakan bahwa Gibran ada kesempatan untuk mengikuti jejak Presiden Jokowi dari walikota Solo, termasuk menjadi Gubernur Jakarta juga hingga mencalonkan menjadi calon Presiden. Namun saat ini Gibran bukan dipersiapkan pada pemilu tahun 2024.

“Terdapat beberapa alasan, Jokowi sebelum menjadi Presiden dia menjadi wali kota Solo selama dua periode. Meski tidak selesai selama periode kedua, namun beliau tetap lanjut menjadi Gubernur di Jakarta,” Kata Hendri. 

Hal tersebut terlihat jelas bahwa, tidaklah mudah dalam memimpin sebuah negara yang besar di mana penduduknya sudah mencapai 260 juta dan bahkan bisa terus bertambah. Dalam memimpin Solo saja tentunya kita belum mengerti tentang sepak terjangnya Gibran nantinya kalau terpilih. Saat ini Gibran terus berjuang dalam memenangkan pilwalkot Solo dahulu, kemudian jika sudah menang tinggal melihat bagaimana kinerjanya. 

Andaikan bagus serta berhasil pastinya dapat diajak menjadi calon Gubernur ataupun langsung bisa melangkah menjadi calon Presiden. Dengan demikian, saat ini belum waktunya Gibran maju dalam pemilu 2024 melihat kinerjanya yang belum teruji, makanya harus diuji terlebih dahulu barulah bisa melangkah. Jadi, memang kemungkinan besar kalau Gibran bukan dipersiapkan pada pemilu tahun 2024.

ACE99 juga digadang-gadang dalam pemilu 2024, masyarakat mungkin belum seluruhnya melihat bagaimana kinerjanya yang sudah teruji dan nyata dalam masyarakat sebagai pejabat dalam pemerintahan maupun kepala daerah, maka masyarakat pun belum mengerti tentang sepak terjangnya dalam memimpin rakyat. 

Sebab itulah perlu adanya uji coba dalam kepemimpinannya pada sebuah daerah, kemudian saat telah terlihat dan teruji kinerjanya, selanjutnya dapat dijadikan calon pemimpin bangsa Indonesia kedepannya. 

Jadi, Gibran bukan dipersiapkan pada pemilu tahun 2024 terjadi sebab Gibran perlu memulai terlebih dahulu dari bawah kemudian naik ke atas, bukannya dari atas lalu turun ke bawah. Sebab, sejatinya semuanya butuh pengalaman dan semakin banyak pengalaman semakin mengerti bagaimana dia harus menentukan keputusan. 

Sejatinya dalam memilih pemimpin tidak boleh sembarangan apalagi dalam memilih pemimpin untuk Republik tersebut. Harus terdapat pertimbangan yang matang supaya masyarakat tidak sampai menjadi korban dari pemimpinnya yang tidak menjalankan kinerjanya dengan baik. 

Alasan itulah yang menjadi alasan, Gibran bukan dipersiapkan pada pemilu tahun 2024 atau Gibran memang belum waktunya dipersiapkan untuk pemilu 2024. Kemungkinan Gibran baru akan maju dalam pemilu selanjutnya juga selanjutnya, terpenting di sini masyarakat melihat bagaimana kinerjanya nanti di Solo. Dari sama masyarakat juga bisa menilai kinerja terhadap kemakmuran rakyat, tinggal rakyat  nanti yang akan menentukan, apakah pantas menjadikannya pemimpin yang baik atau tidak?. 

Kalau masyarakat bisa melihat kinerjanya bagus, kemungkinan besar dia bisa mengikuti jejak ayahnya Presiden Jokowi. Jadi, semuanya nanti bisa dilakukan dengan baik dengan kinerjanya yang baik juga. Sejatinya pemimpin adalah mereka yang mempunyai wibawa dan bisa membawa masyarakat yang dipimpinnya lebih baik. Jika sudah demikian, dengan sendirinya masyarakat akan care dan selalu memberikan dukungan atas apa yang diputuskan.